Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=501
Setiap penyair mempunyai pamor tersendiri, memancarkan kharisma
masing-masing, menebarkan daya pikat sekuat pencariannya menyetubuhi hidup
dalam kehidupan. Mereka berjenis-jenis burung mengisi hutan belantara, memadu
kicauan, kadang berbentur saing, demi telinga yang menyusuri tapakan sunyi,
menuju dataran tinggi kesaksian.
the spaces of world figures, literature studies, new school of thought in the world of literature (art, letters, etc.)
Tampilkan postingan dengan label Nurel Javissyarqi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nurel Javissyarqi. Tampilkan semua postingan
Senin, 23 Agustus 2021
Selasa, 04 Mei 2021
A Bit Prologue
Poetry Anthology "Ballads of Too Early Destiny"
Written by KRT. Suryanto Sastroatmodjo
Translated by Agus B. Harianto
The craziness leads to one hole,
doesn’t seen but felt,
digs the own grave in the entrenchment of ground,
uncovers the great grand mother; all kind of bones are breaking uncommonly,
spread around, be collapsed suppressed by the war. Where doesn’t change,
become the digger for the all brothers. (The Crazy Man Accost You: XXXVII).
Written by KRT. Suryanto Sastroatmodjo
Translated by Agus B. Harianto
The craziness leads to one hole,
doesn’t seen but felt,
digs the own grave in the entrenchment of ground,
uncovers the great grand mother; all kind of bones are breaking uncommonly,
spread around, be collapsed suppressed by the war. Where doesn’t change,
become the digger for the all brothers. (The Crazy Man Accost You: XXXVII).
Jumat, 22 Januari 2021
THE BALLAD OF SUMINTEN’S “MADNESS”
Written by Nurel Javissyarqi
Translated by Muhammad Muhibbuddin
I
Raden Mas Subroto meditated
to face Sang Hyang Widi.
He in the long time meditated in love
for Suminten to be his beloved
until he was dead.
Translated by Muhammad Muhibbuddin
I
Raden Mas Subroto meditated
to face Sang Hyang Widi.
He in the long time meditated in love
for Suminten to be his beloved
until he was dead.
Jumat, 01 Januari 2021
Senin, 21 September 2020
Kamis, 23 Juli 2020
Selasa, 17 September 2019
Selasa, 12 Maret 2019
Jumat, 20 April 2018
Rabu, 04 April 2018
Membaca Buku Kritik Sastra "Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia"
: Membaca Subyektivitas (Nurel) atas Subyektivitas (Ignas Kleden dan Sutardji Calzoum Bachri)
Minggu, 01 April 2018
Sabtu, 03 Maret 2018
Bedah buku di PDS H.B. Jassin "Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia"
Bedah buku Membongkar
Mitos Kesusastraan Indonesia akan diadakan di PDS HB Jassin pada April depan
dengan pembahas Sihar Ramses Simatupang dan moderator Bp. Eka Chris Eka
Budianta, lalu pemantik diskusinya Sunu Wasono bersama Sofyan RH.
Zaid. Mari ramaikan dan jangan ketinggalan
untuk order bukunya. LIMITED STOKS.
Minggu, 24 Desember 2017
Buku Kritik Sastra: Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia
Cover Depan:
Nurel
Javissyarqi
Edisi Revolusi dalam Kritik
Sastra
MEMBONGKAR MITOS KESUSASTRAAN INDONESIA
Buku
Pertama: Esai-esai Pelopor Pemberontakan Sejarah Kesusastraan Indonesia
Andaikan kaum kritikus pun para sastrawan pula MASTERA, mau
menerima dengan hati
jujur terhadap
teguran
nyata dari Sang Maha Realitas, atas kesembronoan yang disengajakan pada ketiga teks pidato SCB: 1. “Sajak dan Pertanggungjawaban Penyair”
mengenai Asy-Syu’ara, 2. “Sambutan Upacara Penyerahan Anugerah Sastra Mastera,” dan ke 3. “Pidato Anugerah Sastra Dewan Kesenian Riau”
pada kasus “Kun Fayakun,” Insya
Allah hikmah dari
musibah itu akan terbuka lebar jalannya. Di sana terdapat gumpalan materi padat kegagalan diri SCB sebagai sastrawan, yang gagap meramukan konsepnya menjadi utuh, lantas mencari-cari kepurnaan lewat ayat-ayat dari kitab suci
yang disunat susunan beserta maknanya! Hebatnya lagi, ketiganya
lolos sebagai pidato bergengsi, lalu dimuat di Koran Nasional, kemudian
dibukukan, sampai kaum kritikus, para sastrawan yang biasa menulis di koran,
sudah merasa puas sebagaimana tidak pernah saya temukan sanggahan dari mereka,
mengenai tulisan-tulisan keblinger
tersebut.
***
Cover Belakang:
…
Namun alangkah sayang, keberhasilannya yang semu menumbuhkan tekat kelewat melunjak bertingkah ‘melupa dan
mengingat’ dengan sangat ugal-ugalan
menyulap “Kun Fayakun” dijelmakan
(dirombaknya) membentuk kata-kata “Jadi maka Jadilah!” dan “Jadi, lantas jadilah!” (Bukan -Pidato
Anugerah Sastra Dewan Kesenian Riau 2000- oleh SCB, yang
terbit di “Bentara” Kompas, Jumat 11 Januari 2003, dan Sambutan SCB Pada
Upacara Penyerahan Anugerah Sastra MASTERA, Bandar Seri Begawan, 14 Maret
2006)?
***
… seperti Dami N. Toda yang meski penelitiannya belum matang kurang jeli, dan terlanjur cepat Tuhan menjemputnya. Kata-kata ‘belum
matang kurang jeli’ bisa dibaca di
esainya yang
bertitel “Kesibukan Hamba-Hamba Kebudayaan” lalu
sejenis esai pertaubatannya yang
dimuat Kompas 17 September 2006 yang berlabel
“Pengakuan Anggota Waffen-SS,” yang
disebut juga oleh Afrizal Malna di Tempo, 20 November 2006
dengan judul “Sejarah dalam Kulit Bawang,” dengan satu kunci perjalanan hidup sang pemenang
Nobel Sastra 1999, Günter Grass.
***
Pengabdian yang besar tidak lepas dari hilaf dan
semoga yang diungkapkan Elisa Dwi Wardani, hanyalah keterlepasan tidak pakem
masanya. Entah sehabis mendapati penghargaan, sesudah syuting baca puisi di sebuah stasiun
televisi atau TI teringat telah mengangkat begitu banyak penyair dari majalah sastra yang
dipandeganinya, SCB misalnya. Lantas bayu bertiup kencang mengaburkan paham
meninggikan derajat kepenyairannya, sampai-sampai seolah-olah penguasa kata-kata di
alam jagad raya, dengan nada-nada:
“penyair
adalah penguasa kata-kata,” dengan
menurunkan melodinya; “mungkin tidak mengendalikan
kata-kata secara otoriter, memangkas atau mencukur” namun penyair juga
“membiarkan kata-kata mengukur emosinya, dan bernikmat-nikmat dengan kata-kata
untuk mendapatkan pencerahan.”
***
Seingat saya (dalam arti semoga kelak ada yang
merevisinya), penerjemah, sastrawan, kritikus Sapardi Djoko Damono pernah
mengimbau agar karya sastra dijauhkan dari ilmu pengetahuan (“Sapardi Djoko
Damono: Jadikan Sastra sebagai Seni, Bukan Ilmu di Sekolah,” Kompas 14
Oktober 2010). Maka secara otomatis bisa dibilang menghasilkan karya klangenan,
bobotnya hanya lamunan, mentok bikin rindu tidak ketulungan pada gergaji
kepenyairannya, ini dapat dirujuk kepastiannya pada puisi-puisinya. Dan secara
terbuka saya lebih condong kepada penyair sekaligus politikus Muhammad Iqbal
pula filsuf Jacques Derrida yang dengan tegas berpendapat; “Puisi ialah filsafat atau pun filsafat adalah sastra (puisi)” [kalau tidak keliru pada bukunya “The Reconstruction of Religious
Thought in Islam” (Iqbal), dan “Margins of Philosophy” (Derrida)]. …
***
MEMBONGKAR MITOS KESUSASTRAAN INDONESIA
Buku Pertama:
Esai-esai Pelopor Pemberontakan Sejarah Kesusastraan Indonesia
Buku Pertama:
Esai-esai Pelopor Pemberontakan Sejarah Kesusastraan Indonesia
Edisi Revolusi dalam Kritik Sastra
PuJa XIII-VI 2011-2017
All Rights Reserved
@Nurel Javissyarqi
PuJa XIII-VI 2011-2017
All Rights Reserved
@Nurel Javissyarqi
Penyunting : Lathifa Akmaliyah, S.Pd. M.Pd.
Setting Layout : Daniel Paranamesa
Ilustrator Cover : Sony Prasetyotomo
Design Cover : Bung
Setting Layout : Daniel Paranamesa
Ilustrator Cover : Sony Prasetyotomo
Design Cover : Bung
Diterbitkan oleh PuJa : PUstaka puJAngga
d/a Jalan Raya Desa Kendal-Kemlagi,
Karanggeneng, Lamongan, Indonesia
Email: pustaka.pujangga@gmail.com
Website: http://pustakapujangga.com
d/a Jalan Raya Desa Kendal-Kemlagi,
Karanggeneng, Lamongan, Indonesia
Email: pustaka.pujangga@gmail.com
Website: http://pustakapujangga.com
Berkerjasama dengan : Arti Bumi Intaran
d/a Mangkuyudan MJ III/216 Yogyakarta
Email: artibumiintaran@gmail.com
Website: http://artibumiintaran.net
d/a Mangkuyudan MJ III/216 Yogyakarta
Email: artibumiintaran@gmail.com
Website: http://artibumiintaran.net
Cetakan Pertama : Desember 2017
Terbitan Pertama : 9 Januari 2018
xii+500 hlm, 15x23cm
ISBN: 978602773190
Terbitan Pertama : 9 Januari 2018
xii+500 hlm, 15x23cm
ISBN: 978602773190
Harga: Rp. 110.000,-
WA: 085 233 316 056
Kamis, 05 Oktober 2017
Rabu, 04 Oktober 2017
Puisi-puisi Penyair Nizar Qabbani melalui Usman Arrumy, Dea Anugrah, Fazabinal Alim
Persoalan terjemahan buah karya puisi berbahasa Arab ke dalam
bahasa Indonesia
Nurel Javissyarqi *
Bismillahir Rahmanir
Rahim… Sebelum merantak (merambat,
menjalarnya sejenis api membakar daun-daun kering) nun jauh. Perkenalkan saya
sekadar pengelana yang tak tahu menahu bahasa teks lain ‘kecuali’ bahasa
Indonesia, yang ini pun masih terus mengalami perkembangannya, jadi apapun
karya-karya terjemahan yang saya kunyah, makan (baca), otomatis tak paham secara
persis kebenarannya, hanya meraba (ngincipi,
kadang terlanjur lahap) sekaligus berjarak di sisi bercuriga,
Minggu, 27 Agustus 2017
Semisal Resensi Ini-Itu Berthold Damshäuser
Nurel
Javissyarqi
Sebenarnya
ingin ngelenceki bukunya, namun belum
ada kesempatan jauh, maka sekadarlah ucapan terima kasih, sebab bahasa
Indonesia sudah diperkenalkan di Jerman dengan ketekunan penuh piawai, atau ini
ikut-ikutan bijak seperti tulisannya; “Sebagai dosen bijaksana saya suka sekali
kalau mahasiswa banyak bertanya.”
Minggu, 07 April 2013
Rabu, 26 Oktober 2011
Listening to Richard Strauss to Read Nietzsche: Meet Richard Wagner and Arthur Schopenhauer
Written by Nurel Javissyarqi
Translated by Agus B. Harianto
http://pustakapujangga.com/category/richard-strauss/
Richard Strauss, the son of Franz Strauss. Born at June 11, 1864 in Munich, and he died at September 8, 1949, and he is a German composer. Since he was young he had comprehensive music education from his father.
Translated by Agus B. Harianto
http://pustakapujangga.com/category/richard-strauss/
Richard Strauss, the son of Franz Strauss. Born at June 11, 1864 in Munich, and he died at September 8, 1949, and he is a German composer. Since he was young he had comprehensive music education from his father.
Sue Responsibility of Authorship of Sutardji Calzoum Bachri
Epilogue
Written by Nurel Javissyarqi
Translated by Agus B. Harianto
Two essays of Tardji as an attachment is sufficiently to identify his anatomy in the field of literature that deals with “the mantra” from its roots, which is the tradition.
Written by Nurel Javissyarqi
Translated by Agus B. Harianto
Two essays of Tardji as an attachment is sufficiently to identify his anatomy in the field of literature that deals with “the mantra” from its roots, which is the tradition.
Sue Responsibility of Authorship of Sutardji Calzoum Bachri (VII)
Written by Nurel Javissyarqi
Translated by Agus B. Harianto
VII
This section I followed an odd number VII, the final space of my disagreement with Tardji. Which was begun by his delirium that the Lord imagined, dreamed, had inspired me to visit:
Translated by Agus B. Harianto
VII
This section I followed an odd number VII, the final space of my disagreement with Tardji. Which was begun by his delirium that the Lord imagined, dreamed, had inspired me to visit:
Langganan:
Postingan (Atom)
A. Syauqi Sumbawi
A.C. Andre Tanama
Aang Fatihul Islam
Abdul Aziz Rasjid
Abdul Hadi W. M.
Adam Roberts
Adelbert von Chamisso
Adreas Anggit W.
Aguk Irawan MN
Agus B. Harianto
Agus R. Sarjono
Ahmad Farid Yahya
Ahmad Yulden Erwin
Akhmad Sahal
Akhmad Sekhu
Albert Camus
Albrecht Goes
Alexander Pushkin
Alit S. Rini
Amien Kamil
Amy Lowell
Andra Nur Oktaviani
André Chénier
Andy Warhol
Angela
Angela Dewi
Angrok
Anindita S. Thayf
Anton Bruckner
Anton Kurnia
Anwar Holid
Arif Saifudin Yudistira
Arthur Rimbaud
Arti Bumi Intaran
AS Laksana
Asep Sambodja
Awalludin GD Mualif
Axel Grube
Bambang Kariyawan Ys
Basoeki Abdullah
Beethoven
Ben Okri
Bernando J. Sujibto
Berthold Damshäuser
Berto Tukan
BI Purwantari
Birgit Lattenkamp
Blaise Cendrars
Book Cover
Brunel University London
Budi Darma
Buku Kritik Sastra
C.C. Berg
Candra Kurnia
Cecep Syamsul Hari
Chairil Anwar
Chamim Kohari
Charles Baudelaire
Claude Debussy
Cristina Lambert
D. Zawawi Imron
Damhuri Muhammad
Dana Gioia
Daniel Paranamesa
Dante Alighieri
Dante Gabriel Rossetti (1828-1882)
Dareen Tatour
Darju Prasetya
Darwin
Dea Anugrah
Denny Mizhar
Diponegoro
Djoko Pitono
Djoko Saryono
Dwi Cipta
Dwi Kartika Rahayu
Dwi Pranoto
Edgar Allan Poe
Eka Budianta
Eka Kurniawan
Emha Ainun Nadjib
Emily Dickinson
Enda Menzies
Endorsement
Ernest Hemingway
Erwin Setia
Essay
Evan Ys
Fahmi Faqih
Fatah Anshori
Fazabinal Alim
Feby Indirani
François Villon
François-Marie Arouet (Voltaire)
Frankfurt Book Fair 2015
Franz Kafka
Franz Schubert
Franz Wisner
Frederick Delius
Friedrich Nietzsche
Friedrich Schiller
Fritz Senn
FX Rudy Gunawan
G. J. Resink
Gabriel García Márquez
Gabriela Mistral
Gerson Poyk
Goenawan Mohamad
Goethe
Hamid Dabashi
Hardi Hamzah
Hasan Junus
Hazrat Inayat Khan
Henri de Régnier
Henry Lawson
Hera Khaerani
Hermann Hesse
Ibnu Rusydi
Ibnu Wahyudi
Ignas Kleden
Igor Stravinsky
Imam Nawawi
Indra Tjahyadi
Inspiring Writer
Interview
Iskandar Noe
Jakob Sumardjo
Jalaluddin Rumi
James Joyce
Jean-Paul Sartre
Jiero Cafe
Johann Sebastian Bach
Johannes Brahms
John H. McGlynn
John Keats
José de Espronceda
Jostein Gaarder
Kamran Dikarma
Katrin Bandel
Khalil Gibran (1883-1931)
Koesoema Affandi
Koh Young Hun
Komunitas Deo Gratias
Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias
Koskow
Kulya in the Niche of Philosophjy
Laksmi Pamuntjak
Laksmi Shitaresmi
Lathifa Akmaliyah
Laurencius Simanjuntak
Leila S Chudori
Leo Tolstoy
Lontar Foundation
Lorca
Lord Byron
Ludwig Tieck
Luís Vaz de Camões
Lutfi Mardiansyah
Luthfi Assyaukanie
M. Yoesoef
M.S. Arifin
Mahmoud Darwish
Mahmud Ali Jauhari
Mahmudi
Maman S. Mahayana
Marco Polo
Martin Aleida
Mathori A Elwa
Max Dauthendey
Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia
Michael Kumpfmüller
Michelangelo
Milan Djordjevic
Minamoto Yorimasa
Modest Petrovich Mussorgsky
Mozart
Mpu Gandring
Muhammad Iqbal
Muhammad Muhibbuddin
Muhammad Yasir
Mulla Shadra
Nenden Lilis A
Nikmah Sarjono
Nikolai Andreyevich Rimsky-Korsakov
Nirwan Ahmad Arsuka
Nirwan Dewanto
Nizar Qabbani
Noor H. Dee
Notes
Novel Pekik
Nunung Deni Puspitasari
Nurel Javissyarqi
Octavio Paz
Orasi Budaya
Orhan Pamuk
Pablo Neruda
Panos Ioannides
Patricia Pawestri
Paul Valéry
Paul van Ostaijen
PDS H.B. Jassin
Penerbit SastraSewu
Percy Bysshe Shelley
Pierre de Ronsard
Poems
Poetry
Pramoedya Ananta Toer
Pustaka Ilalang
PUstaka puJAngga
Putu Setia
Pyotr Ilyich Tchaikovsky
R. Ng. Ronggowarsito (1802-1873)
Rabindranath Tagore
Radhar Panca Dahana
Rainer Maria Rilke
Rakai Lukman
Rama Dira J
Rambuana
Read Ravel
Rengga AP
Resensi
reviewer
RF. Dhonna
Richard Strauss
Richard Wagner
Ridha al Qadri
Robert Desnos
Robert Marcuse
Ronny Agustinus
Rosalía de Castro
Ruth Martin
S. Gunawan
Sabine Müller
Samsul Anam
Santa Teresa
Sapardi Djoko Damono
Sara Teasdale
Sasti Gotama
Saut Situmorang
Schreibinsel
Self Portrait Nurel Javissyarqi by Wawan Pinhole
Seno Joko Suyono
Sergi Sutanto
Shiny.ane el’poesya
Sholihul Huda
Short Story
Sigit Susanto
Sihar Ramses Simatupang
Siwi Dwi Saputro
Soeprijadi Tomodihardjo
Sofyan RH. Zaid
Solo Exhibition Rengga AP
Sony Prasetyotomo
Sri Wintala Achmad
Stefan Zweig
Stefanus P. Elu
Subagio Sastrowardoyo
Sunlie Thomas Alexander
Sunu Wasono
Suryanto Sastroatmodjo
Sutardji Calzoum Bachri
Sutejo
Syahruddin El-Fikri
T.S. Eliot
Taufik Ikram Jamil
Taufiq Ismail
Taufiq Wr. Hidayat
Tengsoe Tjahjono
Thales
The World Readers Award
Tito Sianipar
Tiya Hapitiawati
To Take Delight
Toeti Heraty
Tunggul Ametung
Ulysses
Umar Junus
Unknown Poet From Yugoslavia
Usman Arrumy
Utami Widowati
Vladimir Nabokov
W.S. Rendra
Walter Savage Landor (1775-1864)
Watercolour Paint
Wawan Eko Yulianto
Wawan Pinhole
Welly Kuswanto
Wildani Hefni
William Blake
William Butler Yeats
Wizna Hidayati Umam
World Letters
X.J. Kennedy
Yasraf Amir Piliang
Yasunari Kawabata
Yogas Ardiansyah
Yona Primadesi
Yuja Wang
Yukio Mishima
Z. Afif
Zadie Smith
Zeynita Gibbons




